MELATI SAHABATKU
Kau... tak akan pernah menjadi permaisuriku
Karna
kau adalah patahan bunga di taman itu
Taman di mana aku menangis, berteriak, merenungkan kisah sejati
dan penghianatan sepanjang aku hidup
Taman di mana aku menangis, berteriak, merenungkan kisah sejati
dan penghianatan sepanjang aku hidup
Ada banyak bunga di taman itu
Aku tidak suka yang berwarna merah
Aku lebih suka yang berwarna putih yang kusebut dengan melati
Saat musim gugur, kadang bunga merah itu mencuri perhatianku
Walaupun aku tepat di depanmu wahai melati
Tangkainya memang berduri
Tapi ia tak pernah menjatuhkan kelopak indahnya
Engkau melati, aku tau kau suci
Tapi kelopakmu berjatuhan dimana-mana
Tak kala musim gugur maupun semi, kau tetap seperti itu wahai melati
Tiap fajar datang dan tiap senja pergi
Engkau tetap kusirami dalam sunyi
Tapi patahan kelopakmu dimiliki sahabatku
Kini............
Kau sendiri wahai melati dan tak akan pernah kumiliki.
#Djhp/Sg#

Karya yang luar biasa.
ReplyDeletemakasih himpun :)
Delete