KEMERDEKAAN DALAM KACAMATA GENERASI MILENIAL
sumber gambar : my-best.id
Tujuh puluh empat tahun
silam, para bapak bangsa (founding father)
memancangkan tiang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh
kerja keras dan pengorbanan sebagai sumbangsih yang nyata dalam perjalanan
bangsa ini. Kita patut bangga pada bapak bangsa kita yang telah berjuang demi
tercapainya kemerdekaan, mereka telah menempuh maupun meraih impian bersama
dari bangsa kita, semua itu hanya atas kepentingan rakyat.
Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi
peristiwa Proklamasi Kemerdekaan, identitas bangsa sebagai bangsa yang
menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan persatuan sangat
terlihat nyata. Dengan berbekal semangat rela berkorban demi meraih kedaulatan bangsa,
para pejuang kita maju ke medan laga. Identitas bangsa yang lahir, benar-benar
merupakan ciri bangsa yang luhur. Identitas ini pula yang menjadi modal utama
bangsa kita untuk mengenyahkan segala bentuk penjajahan di muka bumi Indonesia
untuk selama-lamanya. Bagi bangsa Indonesia sendiri, proklamasi kemerdekaan
berarti masa penjajahan telah berakhir dan dimulainya kehidupan sebagai bangsa merdeka
serta merupakan berita kegembiraan bagi bangsa Indonesia ke segenap penjuru
dunia dan menjadi peristiwa puncak dalam perkembangan perjuangan bangsa
Indonesia dalam menentang penjajahan.
Proklamasi kemerdekaan juga
menjadi sarana untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat,
adil dan makmur serta lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain. Proklamasi
menjadi lambang kebesaran, keluhuran dan kewibawaan NKRI. Teks proklamasi
mengandung filosofi yang luhur dan mulia sebagai cermin eksistensi bangsa Indonesia
di panggung dunia. Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia juga tidak
bisa dilepaskan dari takdir dan rahmat Allah atas kemajemukan Nusantara sebagai
cikal bakal bangsa Indonesia saat ini.
Namun, setelah sekian lama
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, harapan yang diinginkan oleh para
pendiri bangsa belum terwujud. Cita-cita pahlawan belum benar-benar diraih.
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme bagaikan budaya yang sangat dicintai, sehingga
begitu banyak para pejabat yang tertangkap dan dinyatakan bersalah melakukan
tindak pidana korupsi. Maka adalah wajar bila sejumlah kalangan kerap ragu atas
urgensi, arti maupun fungsi dari kemerdekaan. Ketidakpercayaan rakyat kerap
terjadi pada pemerintah akibat banyak kasus korupsi, rasa kecewa dan marah
generasi milenial dilampiaskan dengan nyinyir melalui media sosial. Media
sosial menjadi arena pertempuran atas kejengkelan, kemarahan dan kebencian.
Bahkan kadang terjebak pada berita hoax yang sangat tren di zaman milenial ini.
Berita maupun informasi tidak lagi dipastikan akan kebenarannya (valid)
sehingga menjadi informasi yang abal-abal.
Isi
Kemerdekaan
Maju dan Jayanya teknologi
membuat para generasi milenial mengandalkan media sosial sebagai tempat
mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan
dan sumber berita utama bagi masyarakat. Namun sayang, terkadang sikap para
pemuda kurang kritis dalam menangkap suatu informasi dengan tidak memastikan
akan kebenaran informasi tersebut. Akibatnya hal tersebut memunculkan gejolak
perpecahan dan permusuhan. Nilai-nilai positif semestinya dihadirkan dalam
rangka memperingati hari kemerdekaan, bukan malah sebaliknya. Merdeka bukan
hanya status tanpa penjajahan bangsa lain, bukan juga sebatas pada kebebasan
individu, tanpa rambu-rambu etika maupun estetika. Merdeka adalah bagaimana
kita berkomitmen untuk menciptakan perubahan kearah yang lebih baik dan maju
bagi bangsa Indonesia. Para Pemuda sepatutnya paham dan mengerti akan hal ini.
Sikap kritis, mudah
beradaptasi, berpikiran terbuka dan mudah menerima perubahan adalah sikap yang
diharapkan pada generasi milenial. Karena kemerdekaan Indonesia kini menjadi
tanggung jawab generasi milenial. Kemerdekaan di era generasi milenial bukan
lagi menang dari penjajahan. Namun mengenai cara membangun Indonesia menjadi Negara
yang berhasil dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, kemanusiaan, pendidikan dan
kedamaian. Generasi milenial menjadi pemeran kedamaian sekaligus penerus
kemerdekaan. Kritis dan kreativitas dari para pemuda generasi milenial
merupakan tentara penjaga kedaulatan bangsa Indonesia di dunia.
Dengan demikian, pengetahuan
dan kemampuan generasi milenial terhadap teknologi semestinya memberikan
nilai-nilai positif, media sosial digunakan sebagai pemberi informasi/data
valid, pembangkit rasa solidaritas serta pemberi masukan terhadap kinerja dari
pemerintah saat ini. Dalam konteks inilah tercermin generasi milenial akan
mampu untuk membawa Indonesia yang lebih baik dan maju dalam menghadapi
persaingan global.

Post a Comment for "KEMERDEKAAN DALAM KACAMATA GENERASI MILENIAL "
Berikan komentar Anda dan bagikan ke teman" Anda!