Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Caramu Bertanya Menentukan Bahagiamu


Sumber gambar: anakbertanya.com

Ketika Anda berkomitmen dengan hubungan romantis, dapatkah mengajukan pertanyaan yang meragukan, seperti "Bagaimana jika ada orang lain yang lebih baik? Apa yang terjadi jika saya berkomitmen sekarang nantinya akan terhempas? Ini akan membuat Anda tidak dapat menikmati apa yang telah Anda miliki."

Bagaimana jika Anda menggantinya dengan pertanyaan seperti, "Bagaimana saya dapat memilikimu dalam hidupku? Apa yang membuat saya mencintaimu? Bagaimana saya membuatmu menjadi bahagia dalam menjalani hidup ini? Atau bahkan bagaimana saya menjadi semakin kaya dengan mempunyai kekasih sepertimu? Bagaimana saya semakin kuat dan mampu membangun kerajaan bisnis luar biasa ketika menjalani hidup bersamamu?"

Apa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan pada diri sendiri dan kekasih sehingga membuat Anda berdua seperti orang kecanduan cinta/asmara?

Kenapa saya katakan seperti kecanduan cinta/asmara, saya memiliki pandangan dan juga telah melihat bahwa luar biasanya bila suatu hubungan didasarkan oleh cinta yang tulus. Tentu kita pernah melihat di film-film yang sebagian diambil dari kisah nyata. Berbicara mengenai film yang menggambarkan cinta yang tulus saya teringat dengan film yang dibintangi salah satu aktor legendaris Bollywood, Amir Khan dengan judul fim (Mann tahun 1999), Petualangan Amir Khan sebagai playboy yang berakhir dengan lahirnya cinta yang tulus pada gadis sederhana, meninggalkan semua harta yang bisa iya dapatkan. Mungkin bila Anda belum pernah menontonnya, silahkan...Anda akan melihat bagaimana seseorang yang gila, mabuk, candu karena seseorang.

Anggapan Anda apakah sesuatu mungkin atau jarang ditentukan oleh cara Anda bertanya? Cara Anda bertanya memengaruhi Anda untuk memberikan jawaban atas pertanyaan. Pertanyaan bisa memberikan gairah hidup, semangat membara dan tentunya bisa mendapat kesejukan hati.

Namun perlu Anda ketahui, tidak selamanya Anda bertanya, ada saatnya Anda mulai bertindak. Bertindak untuk mewujudkan dari sebuah pertanyaan. Kita sebut saja pertanyaan, Apa hakikat hidup saya? Tentunya setiap orang memiliki banyak hal yang ingin dicapai dan berbeda-beda, namun pasti memiliki benang merah yang sama, karena tidak ada manusia yang menginginkan penderitaan melainkan kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah jawaban yang diinginkan dari setiap pertanyaan yang kita lahirkan. Kalo ditanya saya, secara umum tujuan akhir saya ialah mencapai kebahagiaan. Namun kata akhir perlu saya tekankan, karena sebelum menuju kesana, banyak sasaran yang dicapai, misalnya kesuksesan atau keberhasilan dalam bidang yang kita geluti.

Lionel Messi (Leo Messi), menjadi sangat luar biasa yang telah sukses dalam dunia sepak bola. Banyak pelatih, pemain sepak bola lain bahkan masyarakat dunia mengidolakannya karena kelihaian dalam bermain sepak bola. Bahkan ketika ditanya, siapa pemain terbaik dunia sepanjang sejarah? banyak jawaban yang mengatakan, Messi adalah pemain sepak bola terbaik sepanjang sejarah. Nah itu membuktikan hampir setiap orang menginginkan keberhasilan/kebahagiaan seperti Leo Messi.

Kembali ke diri kita sendiri, sudahkan kita mencapai kebahagiaan itu? yaaa atau belum... lalu apa sesuatu yang kurang dalam kondisi belum tercapainya kebahagiaan itu? Jawabannya adalah kebaikan. Kenapa kebaikan? tentu Anda bertanya pada saya. Hal ini terjadi, karena manusia hanya akan merasa bahagia jika keinginannya untuk memiliki kebaikan (sesuai dengan kata hati) benar-benar tercapai. Dengan demikian kebahagiaan bukanlah ruang kosong, tetapi ruang yang terisi dengan kebaikan.

Nah sampai disini, kembali dihadirkan dengan pertanyaan, Apakah ada kebahagiaan yang sempurna? Sesungguhnya kebahagiaan itu tidak sempurna, jika ada kebahagiaan yang sempurna maka pada hakikatnya yang sempurna itu tidak mungkin dicapai. 

Maka Saya menantang saudara untuk menuliskan pertanyaan yang menggairahkan pagi hari, malam hari, bahkan untuk masa depan. Silahkan ambil selembar kertas...lalu bertindaklah dengan mulai menuliskannya...

Ingat simpan kertas itu, lalu lihat 1 (satu) bulan kedepan, 1 (satu) tahun kedepan atau bahkan 10 (sepuluh) tahun, apakah pertanyaan yang Anda buat telah Anda capai.

Semoga hari-hari Anda menyenangkan dikelilingi orang yang Anda cintai dan mencintai Anda juga...

Itu saja yang bisa saya sampaikan, 

Salam Sehat...

 

 


Post a Comment for "Caramu Bertanya Menentukan Bahagiamu"