Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harapan Setelah Latsar

 


Aku menganggap diriku sangat beruntung mengetahui tentang latsar segera dilaksanakan dan untuk saat ini telah selesai dilaksanakan. Kepada semua orang yang mempunyai bagian apa pun didalamnya aku ingin mengatakan, atas nama semua orang yang berkemauan baik yang prihatin tentang masa depan, pada jam renungan dan pembangkitan suara hati ini, aku merasakan suatu perasaan solidaritas yang mendalam bersama Anda sekalian.

Kita harus menyadari bahwa langkah yang dilakukan amat sangat tepat. Mustahil diperbaiki suatu pola pikir bila tak berjuang keras untuk mengubahnya, sedikit orang yang berbakti melakukan tindakan terpuji dibandingkan banyak orang yang ragu-ragu dan sesat. Lagi pula, orang-orang yang berkepentingan untuk menghidupkan semangat muda-mudi milenial mempunyai strategi mumpuni untuk menjaga dan mengingatkan kita di jalan yang benar.

Akan tampak semangat generasi muda masa kini berusaha dengan tulus menghasilkan suatu era tanggung jawab dan integritas tinggi. Aku berharap semoga suara hati dan akal sehat kita bangkit, sehingga kita dapat menghasilkan sebuah era baru didalam kehidupan bernegara dan berbangsa, dimana suatu hari nanti kita akan melihat kegembiraan mengalir di setiap pembuluh darah dan juga raut wajah setiap orang.

Aku akan sangat gembira menantikan hari itu, yang indah dengan penuh kedamaian. Mungkin aku perlu untuk menceritakan kisah Surat Einstein Tentang Kebahagiaan (Tokyo, 1922), memberitahukan bahwa pada 1922, ketika dirinya resmi dikabarkan mendapatkan hadiah Nobel, Einstein sedang berada di Tokyo, Jepang, untuk memberikan kuliah umum tentang fisika. Di saat itulah, seorang kurir memberitahukan kabar baik dan membahagiakan itu kepada Einstein yang saat itu sedang istirahat di Imperial Hotel, Tokyo. Konon sebagai bentuk rasa terima kasihnya kepada kurir yang mau repot-repot menyampaikan kabar gembira kepadanya itu, einstein hendak memberikan uang tip kepada kurir tersebut. Tetapi sang kurir menolak. Einstein tidak ingin kurir itu pulang dengan tangan kosong akhirnya memberikan dua lembar kertas berisi untaian kata-kata mutiara, sebuah teori kebahagiaannya. “Jika kau beruntung, catatan ini akan lebih berharga ketimbang tip biasa,” kata Einstein kepada kurir itu, berdasarkan penjual catatan tersebut, seorang pria di Hamburg yang tidak ingin disebut namanya. Dalam salah satu kertas, Einstein menuliskan dalam bahasa jerman untuk kurir itu seperti ini:

“Kehidupan yang tenang dan sederhana memberi lebih banyak kebahagiaan daripada kesuksesan yang diliputi kegelisahan yang terus menerus”.

Kertas lainnya yang ditulis Einstein adalah pesan yang tertulis di banyak tempat:

“Jika ada kemauan, maka ada jalan.”

Roni Grosz, aktivis yang bertugas menjaga koleksi Einstein di Hebrew University, Yerusalem, mengatakan tidak mungkin mengetahui apakah tulisan tersebut adalah refleksi dari kehidupan Einstein. Selain itu, catatan itu tidak memiliki nilai sains dan ilmiah. Namun dari catatan itu diketahui kebijakan Einstein yang disebut sebagai pria paling jenius di dunia. Dua catatan itu akan dilelang di rumah Winner di Yerusalem, bersama dua surat Einstein lainnya. (Muhammad Muhibbuddin, Surat-Surat Einstein, 1879-1955).

Berdasarkan cerita sekilas semoga keberuntungan seperti itu akan mengalir dalam diri kita dan juga orang-orang yang kita cintai. Tentu aku harus mengakui bahwa aku sangat beruntung untuk sekali lagi bertemu dengan orang-orang terbaik yang pernah ada. Aku juga harus mengatakan bahwa rasa hormatku yang dulu hingga saat ini semakin besar, namun aku juga menyadari bahwa Anda merasa jengkel denganku, dan itu bisa dibenarkan, karena aku tidak selalu bisa seperti yang diharapkan, semoga Anda dapat memaafkan dan memakluminya. Aku merasa sebuah pernyataan yang berterus terang tidak bermaksud untuk merugikan pihak manapun.

Disamping itu aku sangat mengagumi kepandaian Anda sekalian yang beraneka ragam dan gaya yang memikat meskipun kelenturan otot lidah yang suka pamer agak berlawanan dengan watakku. Mungkin akupun salah tak menyadari apa yang menjadi kegemaranku yang sejatinya, tapi yang pasti hanya sejarahlah yang akan mengajarkan kita, kemana kita akan dibawa oleh sikap-sikap yang kita agungkan bersama begitu banyak rekan-rekan sezaman.

Terlepas dari tujuan-tujuan terakhir kita, Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta WoG, Manajemen dan Pelayanan Publik, tidak boleh ada perdebatan di dalam soal selera. Seleraku benar-benar berbeda dari seleramu😊.

Smoga kita berjumpa lagi…..

 

Post a Comment for "Harapan Setelah Latsar"