Kampus
Aku sepenuhya masih dibawah pesona kunjungan yang menyegarkan ke kampus. Yang membuat begitu menyegarkan bukan hanya pertemuan dengan orang yang sangat kuhargai namun dengan orang-orang yang memiliki minat intelektual yang sama dengan ku, juga karna ku menemukan begitu banyak candaan, kenangan serta cerita pembahasan menuju masa depan yang cerah bagaikan impian semua orang.
Aku bukan salah seorang dari pelajar yang menjadi teladan kampus, karena aku mengetahui betul kegembiraan yang mengalir tidak berada bersamaku. Namun aku percaya bahwa usaha-usaha yang baik tentu akan memberikan banyak harapan untuk berhasil di masa kini. Aku harus mengatakan kepadamu secara terus terang bahwa aku tidak percaya kepada pergumulan yang ada, seperti yang engkau sarankan, akan menghasilkan banyak kebaikan apabila kita lebih sedikit bersabar untuk menunggu suatu kepastian, kebenaran bahkan keberhasilan. Aku jadi teringat kata-kata Tere Liye yang mengatakan; "Tapi sungguh, siapapun yang sabar dan tekun akan mekar seperti bunga akan indah seperti purnama dan menakjubkan seperti kupu-kupu".
Namun setidaknya setiap kali aku melihat, aku masih sangat larut dalam masalah yang tidak memberiku ketentraman siang dan malam. Kacaunya diriku akibat gejolak itu, terombang ambing bagai dihempas gelombang laut yang menakutkan, namun keyakinan sungguh luar biasa masih memberiku harapan dan keteguhan bahwa aku mesti menghadapi masalah dengan berani juga sabar.
Setahun berlalu menjalani hari-hari yang penuh tanda tanya, akhirnya sinar hadir memberikan cahaya terang, menghilangkan kegelapan yang menyelimuti hidupku selama ini. Hari-hari dilaluipun menjadi lebih berwarna, bahkan lebih indah dari pelangi sehabis hujan. Momen-momen dimana telah mengetahui kemana harus melihat untuk mendapatkan kegembiraan dalam kebenaran yang sejati.
Sungguh tiada tara anugrah yang diterima, tapi sejenak aku tertegun dan berpikir, apakah ini semua berkat doa dari sang ibu tercinta? karna aku tahu betul bahwa dia yang selalu ada dalam setiap langkah lewat doa-doa yang sangat luar biasa. Ah... apapun itu mestinya selalu mengucapkan syukur atas segala peristiwa yang terjadi (dalam benakku), namun sangat berat sebenarnya tuk melupakan setiap momen-momen indah walau tak seindah momen yang dialami oleh orang lain.
Aku juga kadang berpikir, kenapa tak ada momen romantis yang kujalani semasa aku berkelana kesana sini di setiap sudut lahanmu, padahal begitu banyak dukungan alam semesta, bahkan sang pohon yang rindang ikut bernyanyi menyuarakannya. Mungkin ini suatu penyesalan yang pernah ada, kenapa tak melaluinya padahal mungkin kenangan yang akan didapat tentu lebih indah sehingga amat sangat sulit tuk melupakannya.
Apalah dayaku, semua telah sirna dan tak bisa untuk diulang kembali, hanya saja untuk kenangan yang akan membuat jalan kehidupan lebih bersinar dan penuh dengan senyuman manis tuk masa mendatang. Bahkan lebih manis dari pada gula dan madu adalah suatu harapan/mimpi yang akan dicapai. Setelah meninggalkan jejak beberapa tahun, kenangan itu terkadang terbayang dalam benakku dan berusaha mengingat momen-momen apa saja yang telah dilalui.
Ambisi, ketakutan, kecemasan terkadang menghampiri saat melangkah di setiap sudut lahanmu, itulah menjadi momen-momen yang pernah dilalui dan moga-moga selalu membekas dalam benakku sehingga tak akan pernah sirna. Kecemasan yang menggangu ketentraman siang dan malam telah dilewati hingga akhirnya lepas dari duri kegelapan menuju titik sinar putih bagaikan salju di kutub utara mentari di pagi hari.
Mengingat hal pertama kali aku datang, engkau menyambutku dengan kata luar biasa, "Selamat datang para cendekiawan bangsaku", sungguh kata-kata itu membuat bulu di sekujur tubuhku naik (merinding) dan hati penuh gelora membara, kau memberi harapan bagi orang kecil tuk berani bermimpi. Walau mungkin kata orang-orang, mimpi di siang bolong, namun malampun bagaikan siang akibat terangnya sinar yang kau hadirkan. Bukan hanya aku tapi beribu-ribu orang kau beri cahaya, petunjuk arah, tuk jalani hidup dengan penuh warna dan keteguhan. Tentu sangat menarik bila selalu membicarakan engkau, karena banyak orang dalam setiap langkahnya menemukan kebenaran bila berada di sisimu. Aku jadi terbayang dikala mentari menjemput embun, kaki melangkah menuju gerbang, menemukan suara bising yang jauh dari tenang. Berada di situ bunyi tidak pernah sembunyi. Banyak yang merasakan setiap langkah demi langkah terlalui dengan suasana panas dan gerah, namun tetap jadi hari yang indah dan cerah.
Tentu tidak ada yang menolak bila aku mengatakan, engkau adalah tempat menimbah banyak ilmu, meski banyak dipikul namun tetap nyaman untuk bersiul. Banyak yang aku dapat saat disisimu, harapku semoga aku bisa lagi berjumpa dan berkelana di lahanmu dan bisa mengubah pengalamanku menjadi lebih indah nan bercahaya.
Ku selalu berdoa di kala mengingatmu, tuk tetap jaya selalu dan bersinar dimata semua orang serta terus memberikan banyak harapan bagi orang-orang kecil sepertiku. Apapun yang terjadi kedepannya, ku selalu berterima kasih padamu telah mengizinkan ku tuk berkelana menyusuri setiap sudut lahanmu dan bisa memberiku kebahagiaan yang telah aku rasakan sampai saat ini. Sebenarnya bukan hanya kebahagiaanku, bahkan orang-orang disekelilingku menjadi sangat amat bahagia atas anugrah bisa mengenalmu. Sekali lagi harapku tetap jaya, jaya dan selalu jaya.
"Satu di tambah satu sama dengan dua
Aku sama kamu cinta sampe tua"

Uda ku klik tiap hari postingan blog mu ya bos
ReplyDelete🙏🙏
Delete