Cerita Soedarto VI
The judge is the speaking law (hakim adalah hukum yang berbicara), istilah ini aku temukan dari medsos teman aku Ekinia (wanita yang disebelahku). Sungguh memang betul kalimat itu walaupun kami bertindak semu dalam dunia peragaan atau sandiwara dunia peradilan. Dulu itu tepat 4 tahun yang lalu ketika kami (aku dan kawan-kawan) bertarung dunia peradilan semu di kampus Universitas Diponegoro Semarang. Seperti terlihat gambar dibawah ini, Lomba Peradilan Semu Piala Soedarto VI.
Jadi biar enak ceritanya aku mulai dari awal aja yaa.....Seleksi
Awal yang membahagiakan ketika mendapat undangan perlombaan National Moot Court Competition dari Universitas Diponegoro. Tentunya bukan undangan yang langsung tertuju pada saya, namun pada kampus Universitas Sumatera Utara, khususnya Fakultas Hukum dan undangan tersebut diserahkan pada Organisasi Internal Kampus yang tidak lain adalah organisasi Komunitas Peradilan Semu Fakultas Hukum USU yang biasa disingkat dengan KPS FH USU. Tentunya kami selaku anggota dari organisasi KPS FH USU pengen tau bagaimana sebenarnya atau seperti apa lomba yang diadakan itu? Banyak yang bertanya-tanya seperti itu, termasuk aku sendiri.
Akhirnya pengurus KPS FH USU mengumumkan di grup untuk mengadakan rapat pembahasan mengenai undangan lomba tersebut tentunya aku langsung ikut dong, gak mau ketinggalan info dan hasilnya bahwa kita turut memeriahkan/menerima undangan tersebut. Lalu pihak pengurus berggerak dengan cepat dengan mengumumkan akan mengadakan seleksi untuk anggota-anggota KPS FH USU untuk siapa nantinya yang akan dipilih mengikuti lomba Soedarto VI. Proses seleksipun berlangsung dengan berbagai pertanyaan dari penguji atau coach, tentunya kalo aku selalu tampil pede amat karna katanya laki-laki harus emang pede. Aku masih ingat coach yang nanya dulu, seperti yang dibayangkan sehabis pertanyaan dengan topik pengujian ya langsung dibahas mengenai komitmen, padahal coach mungkin ndak tau, pembahasan seperti ini yang saya tunggu-tunggu dan memang hasilnya aku termasuk orang yang beruntung untuk mendapat kesempatan mengikuti lomba itu.
Sedikit aku kenalkan teman-teman aku yang lulus atau yang menjadi tim inti yang akan mengikuti lomba itu; Pertama ya Kak Yunita, kaka yang cantik tapi eits... klo merepet dia guys, mau ketawa aja ndak berani aku, kaka ini orangnya baik dan berjiwa tangguh, salam yaa ka, sukses selalu dan aku merindukan omelan-omelanmu dan terima kasih atas semua yang kaka perbuat buat kami, kaka yang paling cape diantara kami semua dan itu membuat mujur nasib kaka kok, hehe, canda. Kedua, Sobat gue Ekinia, dia wanita yang tangguh juga, tegas, tepatnya dia yang menjadi rekanku tampil sebagai yang berjubah merah, parasnya cantik ehh tapi aku mau bilang emang pada saat lomba itu kemarin beruntungnya kami pria" ya karna semua wanita yang tergabung dalam tim parasnya emang cantik. Halo Ekin... sukses selalu yaa dimanapun engkau berada.... Ketiga, Yosafat, temen aku yang paling okelah pokoknya, yang gak pernah telat, ontime selalu kalo mau latihan, aku sangat suka itu, disiplin tinggi, kawan" bilang si bg gondrong, emangsih karna kemarin hanya dia yang gondrong diantara kami semua pria. Keempat M. Adil, mungkin yang paling aku ingat dan paling menarik ya klo pas akting cara jalannya oke benerlah, punya kharisma, punya wajah impian para wanita... keknya yaa...hihi, Kelima, Theresia, klo yang ini adek aku yang tampil peran sama dengan gue, berjubah merah, baik dan tangguh menjadi ciri khas dia. Oh iya kami ada lima orang yang berjubah merah, Aku, Ekin, Yosafat, Adil dan There.
Trus Keenam, Dicky JH, apparaku nih, yang sering sama, pria yang selalu dihampiri wanita" karna kharismanya, pakaian rapi dan wangi betulll dan satu lagi tampan juga. Mungkin hampir semasa latihan diantara semua rekan-rekan kami yang paling sering sama denganku, sukses selalu appara, apalagi sekarang yang udh punya seragam coklat, petarung hukum, smoga jadi jaksa yang paling disegani di tempatmu. Ketujuh, Gom, temen aku juga, yang paling misterius diantara semuanya, semoga sukses selalu Gom. Kedelapan, Reinhard, Si dua gendang klo kami bilang ama appara, tapi emang yang paling serius dalam menjalaninya setiap langkah di latihan delegasi keknya emang lo Rein, pekerja keras dan selalu berusaha yang terbaik tergambar dari wajahmu, hihi... sehat dan sukses selalu yaa bro..., Kesembilan, Putri Theresia, si wanita hitam manis, si naispipel medsos, hihihi, klo ada yang satu ini pasti aja rame, keseringansih buat rusuh aja kerjanya, hihi, sukses kerja di Perbankan itu yaa, moga-moga bisa jadi pimpinannya nanti, biar gampang nanti klo aku butuh duit untuk disimpan, hihi, Kesepuluh, Santa, wanita yang tegas dan klo marah ya sama kek ka yunita, aku mau ketawa gak berani, lontong, kecaplahh...hihi dalam hatiku, sukses selalu yaa frendd dimanapun engkau berada. Kesebelas, Kwartaria, si wanita kalem dan punya mindset yang sangat dewasa sih klo kami pas ngobrol, sukses selalu yaa, ehh jadi teringat Za Za Zaipong...hahaha..., Keduabelas, Silvia, si wanita modis dan punya pendirian yang tangguh, sukses selalu yaa frend apalagi sekarang yang udh sama kerjaannya sama apparaku, baek baek klen berdua yaa, hihi..., Ketigabelas, Hera Vanesa, adek aku nihh...si wanita manis dan multitalent, wanita yang jago main gitar, piano, nyanyi pokoknya banyak deh jagonyaa, smoga makin hits yaa makin sukses dan jayalah....Keempatbelas, Haposan, pria yang punya pendirian dengan memilih untuk berkecimpung di dunia praktisi hukum, Lawyer, eits to be an international lawyer, haha semangat selalu dan pantang menyerah, Kelimabelas, Surya Baginda, pria yang selalu kalem dan bawa keceriaan diantara wanita-wanita, sukses selalu ya baginda, haha..., Keenambelas, Steven, pria berkulit putih dan punya brewok berbadan tegap, jadi teringat istilah tukang setel, haha, sukses selalu ya adinda, semangat terus..., Ketujuhbelas, Fanta, pria yang sangat mudah untuk diajak kerja sama dan selalu gigih, komitmen dalam mengerjakan tugas yang menjadi kewajibannya, Kedelapanbelas, Riah Saragih, adek aku nih yang gak terlalu banyak ngomong, tapi yang paling gue ingat pas moment ada hantu katanya, ntah dari mana infonya, haha, smoga semua kenangan itu selalu mengingatkan kebersamaan kita ya guys dan yang terakhir Laura, si penyelamat tim kami, punya pendirian yang baik sebagai wanita, sukses selalu yaa laura dimanapun engkau berada....
Jadi itulah kami guys, cukup banyak dalam satu tim, cukup banyak yang mesti kita pahami untuk bergaul, kurang lebih lima bulan menjalani kebersamaan yang telah menggambarkan sisi baik dan buruk satu sama lain tapi tetap saling mendukung.
Masa Pemberkasan & Latihan
Setelah terbentuknya tim, latihan pun segera dimulai dengan pembahasan persoalan atau kasus posisi yang telah disampaikan oleh pihak panitia (khusus untuk tahap penyisihan). Awalnya yang baikpun terjadi dengan semua hadir tapat waktu, wajah berseri tercermin diwaktu pemberkasan walaupun diskusinya duduk dilantai yang begitu dingin sehingga banyak yang jadi korban masuk angin. Kalu aku ndak salah kita sudah menyelesaikan pemahaman kasus posisi kurang lebih dua minggu dan itu adalah langkah yang sudah cukup baik menurutku, tapi bentar kita pada waktu itu dibagi dua tim yaa, ada yang menjadi tim berkas dan ada yang menjadi tim barbuk, semua menjalani dengan penuh gembira, bosan, menegangkan dan banyak hal lainnya. Namun seiring waktu berjalan, wajah berseripun mulai kusam ditelan oleh kebimbangan dan kebosanan, cukup masuk akal hal itu terjadi, ya karna keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kita. Untung saja kita selalu dikelilingi orang-orang baik, kita mendapat pencerahan dari Ayah Steven, Pencerahan dari Ayah Adil sehingga cukup memberi gambaran yang luas untuk otak kita sehingga semangat yang sudah mulai pudar menjadi jelas tergambar kembali, sunyi bagai bunyi yang sembunyi menampakkan diri kembali tanpa ragu untuk meneriakkan kata-kata semangat. Tapi perlu aku sampaikan pada teman-teman semua, bahwa kalian adalah orang-orang hebat yang pernah aku kenal dan bisa bersama kurang lebih 5 (lima) bulan, dimana kita belajar bersama, makan bersama, tidur bersama dll.
Selain itu karna memang melihat situasi kita saat menjalani pemberkasan dan latihan itu memang kurang mendapat perhatian dari pihak-pihak yang selayaknya memberi perhatian, 5 bulan lamanya lantai keramik itu kita duduki yang selalu setia memberi rasa dingin bahkan masuk angin, haha..namun teman-teman semua tidak menyerah terutama untuk wanita-wanita hebat yang selalu bersikap tangguh untuk menjalaninya, terima kasih telah memberi pelajaran terbaik dalam hidupku teman".
Eh.. baru ingat kita sempat juga latihan disamping kantin, sebuah ruangan yang sangat sempit untuk menampung kita semua, teman-teman ketika jam istirahat aku melihat yaa sedihnya kami dan aku tidak bisa tidur selalu kalau ditempat itu, walau terkadang aku berusaha, itu makanya aku keluar untuk berusaha tidur diluar sambil melihat situasi karna memang banyak harta berharga kita waktu itu, apabila tidur semua siapa yang berjaga aku pikir, mestinya kita tetaplah berjaga-jaga dimanapun dan kapanpun. Kuharap kalian sepakat dengan yang aku katakan ini teman".
Berbagai praktisi hukum maupun non hukum kita temui untuk berkonsultasi demi pemecahan masalah dan akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Beruntung memang kita memiliki coach yang selalu datang untuk membantu dan memotivasi kami, terima kasih Bang Samuel yang sekarang untuk benar-benar real berjubah merah, selamat ya bg, sukses selalu bg, Bang Doli juga yang banyak membantu, sukses selalu ya bg trutama di tempat kerja yang sangat abg sukai dan memang sangat layak untuk jadi kebanggaan dan diidolakan dan juga coach-coach yang lain yang tidak bisa gue sebutkan satu persatu.
Sehabis menyusun berkas, lalu akan dipraktekin, jadi tibalah moment untuk memilih siapa yang jadi hakim, jadi jaksa, jadi pengacara/advokat, jadi saksi, jadi panitera dan juru sumpah. Proses seleksipun diadain kembali dan hasilnya aku terpilih jadi hakim ketua yang ditemani rekan-rekan terbaik, Ekinia, Yosafat, Adil dan Theresia. Mungkin ini adalah pilihan terbaik (positif thingking aja, wkwk), yang jadi jaksa Putri si hitam manis bersama dengan Reinhard, Advokat Fanta dengan Santa, Terdakwa Haposan dan rekan-rekan lainnya yang menjadi saksi, ahli dll. Tapi pada waktu itu, terkadang aku berpikir tidak begitu layak untuk menduduki posisi itu, mungkin karna aku merasa ada beban yang cukup berat untuk ditanggung, namun tetap setelah tanya suara hati dan dia berkata untuk tetap semangat dan terus berusaha yang terbaik. Masa latihan sidang adalah masa dibilang yang paling enak klo menurut aku ya, tapi paling makan habis suara karna banyak ngomong, banyak sandiwara tapi untuk semua itu gue sangat menikmatinya guys dan itu pengalaman kita yang tak bisa kita ulang kembali.

Pertarungan & Belum Beruntung
Akhirnya tibalah waktu kita Sidang, pagi-pagi klo gak salah, agak gugup sih dihadapan empat juri dari latar belakang katanya ada hakim, jaksa, pengacara. Aku melihat kita sudah melakukan yang terbaik teman-teman walaupun keberuntungan kali itu tidak begitu berpihak sama kita, kita tidak mendapatkan harapan yang kita inginkan. Tapi saya berharap teman-teman tak perlu menyesali yang telah berlalu. Emang sih sialnya kita gak dapat video dokumentasi, besar sih penyesalanku guys, foto aja ngak ada, jadi tidak ada gambaran bagaimana sebenarnya kita berakting/bersidang, mana yang kurang atau lebih tapi mudah-mudahanlah untuk selanjutnya hal itu jangan terulang kembali. Karna seorang hakim pernah berkata pada saya, "jangan minta maaf tapi jangan diulangi" ada benarnya sih kalimat sang hakim, namun saya lebih suka dengan "minta maaf dan jangan mengulanginya". Untuk saat di Semarang terimakasih kepada Pembimbing kami Dr. Edi Yunara dan coach Ritcat yang membantu kami, semoga sehat dan sukses selalu... dan sebenarnya ketika sebelum ada pengumuman tim siapa aja yang masuk ke babak final, harapanpun pada waktu itu semakin banyak, berdoa lebih rajin, tapi setelah diumumkan, airmatapun mengalir tanpa sadarnya.
Ketika aku tau kondisi yang kita capai, aku hanya tertegun, bahwa inilah doa yang belum terkabul dan gak pernah terkabul lagi aku pikir, karna selanjutnya gak akan ikut lomba lagi, hehe...
Pulang
Ketika tiba waktunya akan pulang, eh ternyata aku ketinggalan pembahasan, knp aku bilang ketinggalan, soalnya yang lain sudah pada buat wacana atau rencanalah akan mampir dulu ke jogja, jadi yang belum beli tiket ya tinggal beberapa bisa dibilang mungkin tinggal aku, ya terpaksalah beli tiket sendiri dan langsung menuju medan tak singgah-singgah lagi karna merenung atas hasil yang dicapai, haha, eh jadi teringat nih moment mau pulang yang disuruh bawa berkas tau gak siapa? ya aku, haha gilaa udh berkasnya banyak kali dan berat, mana terima lah klo bawa sendirian, tapi tetap ajasih prinsipnya mengalah bukan berarti kalah, tapi tersiksa batin dan tangan pegel, hihi..
Tulisan ini dikhususkan untuk teman" tim Soedarto VI, mohon maaf apabila ada perbuatan yang kurang berkenan dan semoga tulisan/cerita ini mSaat beli tiket diantara semua tim, hanya sendiri yang transit di Hang Nadim, hahaha, lawak kali klo diingat-ingat, tiket mahal, sendirian di Hang Nadim dan pesawatnya goyang kali ampe buat jantung makin cepat berdetak, emang waktu itu nasib lagi dipinggir keberuntungan, padahal pengennya pas ditengah keberuntungan namun syukur tetap sampai ditujuan dengan selamat. Sampai medan, kuala namu internasional akhirnya jumpa Mr. Gom, Reinhard, Dicky jadinya makan popmie dululah untuk mengisi kekosongan yang sejengkal.
Eh besoknya langsung masuk kampus dan menjalani hari-hari biasa, dan memandang teman" yang belum balik lewat medsos yang membuat aku semakin tersenyum....
enjadi kenangan hidup yang memberi cahaya terang untuk terjauh dari kelamnya hidup ini....dan bisa jugasih klo teman" ingin menambahi ceritanya di kolom komentar, karna gak semua bisa kuingat....hehehe....






This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSingkat ceritanya tapi jadi ingat momen momen itu, makasih ya sugita, bahagia selalu dimana pun kamu berada
ReplyDeleteHehe iya kin😊
Delete