Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tentang SMA ku, Putih Abu-Abu

Sedikit bercerita tentang masa-masa SMA ku, agar tak sirna ditelan usia dan panggung sandiwara zaman ini. Kala itu memakai seragam putih abu-abu yang menjadi warna seragam untuk sekolah menengah atas dan sederajatnya. Ketika memakainya dulu, rasanya biasa aja, ya... berangkat pagi, bertemu dengan teman-teman, belajar di kelas, belajar di meja bundar dengan angin sepoi-sepoi dan pulang... begitu seterusnya kurang lebih tiga tahun dijalani.

Kira-kira masa itu sudah berlalu 6 tahun yang lalu dan untuk saat ini tidak akan bisa mengulang kembali harianku dimasa itu. Terkadang kalau teringat masa itu berkesan juga.

Sekilas Tentang Sekolahku







SMA CINTA RAKYAT VAN DUYNHOVEN adalah nama sekolahku. Sekolah yang dibangun sebagai tugu hidup Pastor Elpidius Van Duijnhoven, asal dari Belanda yang mendedikasikan hidupnya melayani masyarakat terutama di Simalungun. Elpidius Van Duijnhoven dilahirkan di sebuah tempat bernama Erp, Belanda, sebuah kota kecil di Belanda Tenggara yang terletak antara Den Bosch dan Eindhoven. Kota ini dulunya tercatat sebagai milik sebuah keluarga berbudi luhur dari Abad 12. Kota ini memiliki sebuah gereja yang tercatat dalam sejarah Belanda sebagai warisan berharga, Gereja Santo Servatius yang dipelihara hingga sekarang. Lahir pada sebuah keluarga sederhana yang dikelilingi garis kemiskinan serta dekat dengan lingkungan gereja membuat Elpidius (mohon izin saya langsung menyebutkan nama saja) tumbuh menjadi anak dengan pemikiran dewasa dan memiliki role model seorang pastor kenamaan yang kelak menginspirasinya menjadi seorang pastor.

Jiwa melayani telah ada dalam diri Elpidius sejak kecil dimulai dengan ikhlas membantu orangtua diladang sampai akhirnya memutuskan masuk sekolah seminari. Dalam pewartaannya, Elpidius selalu melayani umat sepenuh hati. Ia bertindak layaknya seorang bapak dengan anaknya terhadap umatnya. Tidak hanya di kalangan warga Katolik saja, warga Kristen Protestan juga tak luput dari perhatiannya. Demi memperjuangkan pewartaannya Elpidius rela menempuh jarak yang sangat jauh dan topografi yang berbukit-bukit dengan berjalan kaki atau naik motor butut demi mengunjungi umat. Bahkan ketika kondisi sakit sekalipun Elpidius tak sedikitpun surut niatnya untuk tetap melakukan pewartaan. Walaupun pewartaannya diwarnai hambatan-hambatan mulai dari penjajah Jepang sampai para dukun sekalipun, ia tetap melaluinya dan ia didukung sepenuhnya oleh umat.

Di penghujung hidupnya, Elpidius menjalani masa tuanya dengan tetap melakukan pewartaan dan membangun stasi-stasi baru. Beliau adalah orang yang luar biasa. Sebelum ia sampai pada akhir hayatnya ia menginginkan untuk dibangun sebuah tugu, dan yang dimaksud adalah tugu hidup itulah sekolahku SMA VAN DUYNHOVEN tugu hidup dari Pastor Elpidius Van Duijnhoven. Dan perlu saya sampaikan itulah salah satu alasan yang membuat saya sangat bangga pernah menginjakkan kaki dan menuntut ilmu di SMA VAN DUYNHOVEN.

SMA VAN DUYNHOVEN terletak di pinggir ladang masyarakat, tepat di Jl Kabanjahe No. 50, Kode Pos, 21167. Sekolah yang penuh dengan kehijauan di setiap sudut, udara pagi yang segar, lingkungan yang bersih membuat sangat nyaman untuk duduk bersantai sambil bercerita. SMA yang terkenal dengan disiplin dan kerapiannya, Guru-gurunya yang kompeten, pokoknya banyak hal yang bisa menjadikan sekolahku menjadi sekolah yang diminati oleh orang-orang. Contohnya kek aku inilah salah satu produknya. wkwk...

Pengalaman Masa Putih Abu-abu

Masuk SMA di tahun 2012, aku adalah orang yang beruntung bisa bersekolah di SMA VAN DUYNHOVEN. Aku ingat kala itu pertama kali masuk di sekolah dengan masa-masa MOS (Masa Orientasi Siswa) yang dijalani dengan penuh rasa senang dan takut sama senior. Kenapa takut???
soalnya taulah nanti disuruh nyanyi, joget kan awal-awal masih malu klo disuruh kek gituan, padahal sebenarnya dalam hati pengen kali disuruh, hehe...


Aku adalah siswa yang penampilan biasa aja, sederhana. Di kelas Sepuluh teman pertamaku yang sampai saat ini masih berhubungan baik yaitu Robinaldi Silalahi, adalah siswa yang asal tempat tinggal/kampung yang sama. Semoga yang terbaik teman. Kala itu aku ingat ketika kelas Sepuluh, aku itu siswa yang ngikut-ngikut aja tanpa tujuan dari dalam diri, ya kalo belajar ditanya dari dalam hati tidak ada niat bahkan hampir tak pernah buka buku kalo sudah dirumah. Namun tujuan itupun lahir ketika beranjak di kelas Sebelas SMA, ketika Ibu Nainggolan mengubah cara pandang, prinsip hidupku yang diawali dari dunia Agama. Karna dia juga guru yang mengajar bidang Agama. Kenangan itu sangat membekas dibenakku sampai detik ini, ketika dia menugaskan untuk membaca Injil dihadapan seluruh warga SMA VAN DUYNHOVEN, mulai dari situ rasa hidup yang dijalanipun akhirnya berubah. Hal-hal negatif yang biasa kulakukan akhirnya bisa aku tinggalkan dan bisa lebih positif. Sampai akhirnya diberi kesempatan untuk menjadi Wakil I Ketua Osis yang saat itu membidangi bidang kebersihan dan keamanan (kalo tidak salah). Sungguh hari yang menyenangkan ketika terbayang hari-hari yang dijalani saat itu.


Foto diatas yang bersama dua gadis  dan satu lagi dibawahnya, gadis-gadis hebat yang pernah aku temuin semasa hidupku. Tapi memang hanya foto ini yang aku punya untuk kenangan masa SMA, soalnya sangat jarang berfoto dan berhubung juga waktu itu sayangnya ketika masih SMA tak punya HP untuk menyimpan kenangan indah, jadi masih beruntung memiliki gambar yang dua ini, masih memberi kejelasan bagaimana raut muka, penampilan saat menjalani hari-hari di VAN DUYNHOVEN.
Aku berharap teman-teman yang ada di foto, masa depan yang sukses gemilang bersama kalian dan smoga kalian gak melupakanku yaa, hehe...

Untuk teman-teman khusus yang tidak ada fotonya di artikel ini, bukan membuktikan bahwa aku tidak ingin menampilkan kalian, namun karna hanya ini yang aku miliki, dan bukan karna tidak ada foto ini yang akan menggilas semua kenangan yang kita jalani bersama, aku berharap untuk kita semua bisa menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Aku berharap semoga suatu saat nanti kita bisa berjumpa atau melakukan sejenis reunian, supaya bisa bercanda tawa dengan mengelilingi api unggun diselimuti angin dingin yang membuat kita menjadi semakin rapat untuk mendapatkan kehangatan.

Aku pada waktu itu terkadang bertanya soal mata pelajaran, karna di sekolah kami diajarkan bahasa prancis, yaa walaupun sampai saat ini belum bisa ngomong pake bahasa itu. Yang kutanya dalam diriku yaa, kenapa gak bahasa Belanda aja kupikir, apalagi sang pendiri sekolah juga orang belanda dan hal itu semakin membekas ketika masuk kuliah  hukum, ada pula belajar bahasa belanda, aku tersenyum...nama sekolah ya sekolah belanda tapi sialnya gak belajar bahasa belanda. Masa SMA itu yang paling aku suka ya, mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga, yaa Suka main Volley soalnya, hampir tiap hari malah kalo pas dikampung.

IPA atau IPS

Saat itu mungkin banyak juga yang dilema, memilih untuk masuk IPA atau IPS. Namun yaa klo aku sih cari yang lebih santai dan klo bisa lebih banyak momen-momen bicara soal masyarakat seperti konflik sosial, strata sosial dll dibanding dengan dunia sains. Entah kenapa aku dulu mikirnya bahwa ilmu kemasyarakatan itu sangat kalo mau hebat dimasyarakat, belajar bagaimana berbicara didepan orang banyak, yaa intinya jadi publik figur gitulaa, truss yang paling buat komitmen waktu itu masuk IPS ya karena pengen masuk kuliah hukum di universitas. Intinya pada waktu itu pengen tau, pengen belajar di dunia peraturan, dunia perundang-undangan yaa karna aku mikir pada waktu itu, Indonesia inikan negara hukum pasti sangat membutuhkan orang-orang yang paham tentang hukum. Sampai teringat aku, waktu itu bahkan wali kelas lebih menyarankan untuk masuk IPA dibanding dengan IPS, yaa tetap teguh dong pendirian, ya disamping itu memang karna selalu diskusi dengan Ayah (Bapak) mau diladang atau dirumah. Hasil keputusan ya tetap IPS.

Memang ketika mataku memandang saat itu, banyak yang beranggapan bahwa IPA lebih baik dari IPS, dan memang pada umumnya orang yang lebih rajin itu masuk kelas IPA, tapi pemikiran seperti ini mesti dirubah, karena yang membuat itu baik tidaknya adalah diri kita sendiri, yaa tergantung bagaimana cara kita menjalaninya. Istilahnya ditempatkanpun ditempat yang rajin-rajin klo dari dalam diri kita tak mau rajin ya sama saja, tapi lebih hebatnya apabila ditempatkan ditempat yang dianggap tempat orang-orang yang tak rajin dan kita bisa mengubah pandangan itu, maka itu sungguh sangat luar biasa.

Beruntungnya ketika masuk kelas IPS, berjumpa dengan orang-orang yang sangat baik, pokoknya orang-orang spesiallah (IPS 1 Duynhoven, semoga kita bisa berjumpa), berharap dimanapun teman-teman sekarang, smoga yang terbaiklah yang menghampiri.

Sekilas Tentang Guru-guru

Guru-guru pengajar di SMA VAN DUYNHOVEN adalah guru-guru yang sangat kompeten. Memiliki jiwa yang sangat bagus untuk mendidik siswa menjadi orang yang berperilaku sopan, baik, dan lainnya yang bersifat positif. Untuk gambar pertama dibawah ini, aku bersama Bapak E. Ginting, pengajar handal yang ada disekolahku, mengajar Ilmu Fisika dan Ekonomi, pak semoga sehat selalu dan tetap teguh pada prinsip untuk mencerdaskan anak-anak negeri kita ini, terutama dari SMA VAN DUYNHOVEN.


Untuk gambar kedua, gambar/foto bersama oleh guru-guru yang sangat saya hormati dan sayangi, semoga tetap sehat, panjang umur, bahagia dalam menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai pengajar dan tetap pantang menyerah untuk menjadikan anak didik menjadi orang yang memiliki pribadi yang baik positif.
Mungkim sebagian guru yang difoto ini belum pernah saya rasakan cara mengajarnya tapi saya yakin mampu memberikan yang terbaik. Sedikit bercerita juga, untuk kepribadian yang sangat disiplin saya sangat mengidolakan Pak J. Girsang (dulu biasa disebut pak JG), yang selalu menjadi idola saya dalam dunia disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawab, terima kasih pak, semoga sehat selalu.

Aku pikir sampai disini saja cerita pendek putih abu-abu ini, semoga kita semua bisa menemukan kebahagiaan hidup yang kita cari dan semoga SMA VAN DUYNHOVEN tetap jaya selalu....

Horas...




Sumber: untuk sedikit kisah/biografi Pastor Elpidius saya mengutip dari Skripsi Doli Insan Gunawan dengan Judul Biografi: Elpidius Van Duijnhoven (1906-1993) dan untuk beberapa gambar diambil dari www.smaswastacrduynhoven.sch.id.




2 comments for "Tentang SMA ku, Putih Abu-Abu"

  1. U know how much i miss u sugitaa, sangat sangat long time no see. Lewat tulisan mu, aku seakan akan berbalik lagi ke lorong waktu, semngat menulis nya yaaaa , good luckkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dah enam tahun gak pernah jumpa yakan
      pasti semangat, kau juga, thank you

      Delete