Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Kebohongan Terbesar Seorang Ibu


Perjuangan seorang ibu maupun ayah terhadap anak-anaknya adalah perjuangan yang sangat luar biasa, tulus dan tanpa pamrih. Terkadang mereka tidak memikirkan kebutuhan pribadinya melainkan semua yang mereka pikirkan semata-mata demi masa depan anak mereka. Namun disamping itu, sosok ibu di dunia ini terkadang harus berbohong kepada anaknya demi kebahagiaan anak itu sendiri. Menurut saya tidak semua keluarga dapat berdiri di atas gemilangnya harta, banyak diantara mereka yang harus berjuang dalam membesarkan anak dengan penuh susah payah bahkan menjadi ibu tunggal.

Nah ini 7 kebohongan terbesar seorang ibu terhadap anaknya, yang dapat membuat kita menjadi terharu. Apa sajakah itu? 

1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata "cepatlah makan ibu tidak lapar".

Saya berpikir menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah, harus mampu untuk merelakan semuanya demi anaknya. Biasanya kebohongan pertama ini dilakukan oleh ibu supaya makanan yang tak seberapa banyak itu bisa dinikmati oleh anak-anaknya. Padahal sebenarnya dia juga merasakan lapar dan mungkin sama sekali belum makan, namun tetap ia berkorban demi anak-anaknya. Hal ini tampak, karena setelah anaknya kenyang, barulah ia makan. Ibu yang baik pasti akan lebih senang bahkan bahagia bila melihat anak-anaknya kenyang meskipun ia sendiri lapar dari pada kenyang sendiri.

2. Waktu makan selalu menyisihkan daging dan ikan untuk anaknya dan sang Ibu berkata "Ibu tidak suka. Makanlah nak".

Kita tau sebenarnya lidah gak pernah bohong yakan, masa makanan enak gak di suka. Namun hal itu tetap Ibu lakukan hanya untuk anak-anaknya. Mungkin bisa Anda pernah merasakan ini, Anda tentu sangat merindukan Ibu, dan ingin mengajaknya makan enak bersama sambil bercerita indahnya hidup bila kita syukuri.

3. Tengah malam disaat menjaga anaknya yang sedang sakit dan berkata "istirahatlah nak, Ibu masih belum ngantuk".

Perasaan yang sangat khawatir tentunya muncul di hati seorang ibu bila melihat anaknya sakit dan ia selalu waspada setiap saat memerhatikan kondisi tubuh anaknya sampai rela untuk tidak istirahat, walaupun ngantuk sudah tiba dan tetap berusaha untuk tetap tegar, dengan mencuci wajah supaya menghilangkan ngantuk.

4. Tenang aja biar besok ibu yang bayar", padahal ia sendiri tahu bahwa ia sedang gak punya uang.

Biasanya seorang ibu melakukan kebohongan ini karena kondisi keuangan yang belum memadai, seperti  ada tagihan uang sekolah atau kursus yang belum dibayarkan, Ibu akan mengatakan "tenang aja nak, nanti ibu bayar" padahal sang ibu tahu bahwa ia tidak memiliki uang yang cukup. Ia terpaksa berbohong di atas sebuah keyakinan, bahwa hari esok akan baik-baik saja. Ia selalu menguatkan anaknya bahwa semua yang dilakukan akan berlalu dengan baik.

5. "Ibu disini baik-baik aja, kamu fokuslah dengan karirmu" padahal ia sedang kesepian dan sangat rindu dengan anaknya.

Ini terjadi ketika Anda sedang bekerja atau kuliah di perantauan. Jika memang kondisi Anda saat ini seperti ini, maka sesekali pulanglah, kunjungi dan peluk erat ibumu. Bagaimanapun rindunya ibu terhadapmu, ia gak akan berterus terang secara terbuka denganmu, karena ia tahu bahwa Anda selalu disibukkan dengan kegiatan, perkerjaan yang menumpuk atau hal-hal lain.

Jika seorang ibu yang sudah berusia lanjut dan seorang diri lebih rentan terserang rasa kesepian yang teramat sangat dan disinilah Anda sebagai anak sangat dibutuhkan. Bahkan bisa saya katakan Anda lebih dibutuhkan daripada kiriman uang yang Anda berikan.

6. "Ibu sehat-sehat saja, kamu ga usah khawatir", padahal ia sedang sakit dia tidak mau anaknya khawatir.

Sikap dan tindakan tegar ibu yang selalu ia tunjukkan supaya anaknya tidak merasa khawatir. Terkadang walau kondisi sedang tidak enak badan namun ia tetap mengatakan sehat-sehat saja. Kebohongan ini dilakukan dengan harapan supaya pemikiran anaknya di perantauan tidak terpecah belah, tidak khawatir, tetap fokus pada impian-impian yang akan dikejar.

7. "Jangan pikirkan ibu, sekarang kamu sudah berkeluarga" padahal ia tahu bahwa ia juga butuh kasih sayang anaknya, pada saat usia senjanya.

Ketika anak sudah berumah tangga, biasanya perhatian anak akan terpecah dan justru condong kepada keluarga barunya. Biasanya seorang ibu tahu akan hal itu dan ia selalu mengatakan bahwa ia harus dinomorduakan. Padahal sebenarnya ia sangat ingin kasih sayang anak-anaknya, namun tidak mau mengungkapkan karena tidak mau merusak kebahagiaan anak dengan keluarga barunya.

Itulah 7 kebohongan terbesar seorang ibu, yang kerap ia lakukan terhadap anaknya, yang justru akan membuat terharu. Saya berharap semoga dengan saya menyampaiakan ini, sedikit akan berguna bagi teman-teman yang membacanya dan membuat kita mengerti betapa besar kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Dan kita pun sebagai anak, semoga bisa terus memberikan yang terbaik kepada orangtua kita, khususnya ibu kita.


Sehat terus Ibu, bidadari tak bersayapku.

Salam sehat...

Post a Comment for "7 Kebohongan Terbesar Seorang Ibu"