Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tentang Kemarin



Katanya senja selalu menawarkan berbagai cerita, membawa diri terbenam dalam rindu akan kenangan. Kemudian membawa kita dalam lamunan hingga melambung jauh menuju hari-hari kemarin. Sebenarnya hari kemarin aku sangat dipenuhi dengan keberuntungan dan hati yang menyenangkan, bertemu dengan orang-orang yang sangat bersyukur dalam menjalani kehidupan ini, kenapa aku bilang seperti itu? karena terlihat jelas dari wajah mereka yang dihiasi penuh dengan senyuman, hingga membuat masalahku yang terbenam begitu dalam akhirnya menjadi sirna dengan tiba-tiba.

Tentunya Anda bertanya-tanya siapakah mereka yang wajahnya dipenuhi dengan senyuman bahkan memberi kehangatan? Namanya Ahmad, Andreas dan Sabet. Mereka adalah teman baru aku. Memang pepatah bilang kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup akan datang silih berganti. Setiap hari bisa bertemu dengan orang-orang baru. Terkadang tak semua pertemuan bisa memberi kebersamaan bahkan ada yang berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan. Namun kemarin bertemu dengan mereka rasa kebersamaan itu bagaikan telah lama ada, entah itu hanya rasaku atau rasa mereka juga, tapi yang pasti rasanya sangat hangat bila bercanda tawa bersama mereka. 

Aku mengunjungi mereka ke Lima Puluh, tentu Anda tau dong Lima Puluh itu dimana? Lima Puluh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini sekaligus menjadi ibu kota dari Kabupaten Batubara. Tepatnya kami ngobrol di alun-alunnya, tempat bermainnya anak-anak, nampak jelas ketika aku melihat semua anak yang bermain disana, hanya ada kegembiraan, rasa senang, wajah-wajah penuh ceria bisa dikatakan masa anak-anak yang menyenangkan. Hal ini kusampaikan karena memang tidak semua masa anak-anak setiap orang itu menyenangkan, ada juga sebaliknya, mungkin kalo aku menyebutnya masa kecil yang suram. Namun aku berharap untuk kedepannya semoga setiap anak-anak di negeri kita tercinta ini, tidak memiliki masa kecil yang suram melainkan hanya ada tawa dan kegembiraan. 

Pertemuan itu adalah pertemuan pertama kami yang terjadi di Lima Puluh dan sebenarnya tak ada pembicaraan yang istimewa namun kenapa rasanya begitu nikmat sampai berat untuk melangkahkan kaki untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Mungkinkah itu telah menjadi pangkuan ibu pertiwi juga? dilihat baik dirasa hingga tak ingin beranjak melangkahkan kaki. Aku sejenak berpikir, ternyata itu karena sambutan yang begitu hangat dari mereka. Awalnya aku berpikir nanti pulang pukul 18.00 ketika jarum jam masih menunjukkan 16.00, eh tiba di jam segitu ternyata belum pengen pulang, nanti pukul 20.00 aja deh pulangnya, eh ternyata belum pengen pulang juga, hingga akhirnya pulang ketika jam menunjukkan 21.00. Mungkin alampun tak setuju ketika aku akan meninggalkan lima puluh, terlihat jelas hujan yang turun membasahi tubuh dan roda yang kubawa, dan ternyata oh ternyata hujannya hanya disitu.

Hari kemarin...memberikan tatapan menjadi semangat, percaya diri menjadi semakin berdikari, hidup penuh arti, kisah yang menjadi untaian hikmah, ukiran terindah yang memberi catatan harapan baru nan unik tuk berbenah diri menuju masa depan.

Sesungguhnya aku akhirnya berpikir Yang Maha Kuasa juga dengan caranya sendiri mencoba memberitahukan pilihan terbaik melalui suara hati bahkan suara dunia, mungkin keluarga, sahabat bahkan orang yang tidak dikenal sebelumnya. Menjadi bijak bukanlah perkara mudah, namun setidaknya ada niat bahkan tindakan yang mencoba dan terus belajar, karena pilihan itu selalu ada.

Lalu seketika dibenakku muncul bahwa untuk selalu mengingatkan diri, jangan sampai lupa bahwa kemarinlah yang membuat hidup kita menjadi seperti sekarang ini. Apapun kondisinya kita mesti mensyukurinya. Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi tidak bahagia, maka berbahagialah, jadikan hidupmu penuh dengan warna-warni yang indah bagai pelangi. Nampakkan jelas dengan wajah penuh dengan senyuman. Mari sibukkan diri dengan hal-hal positif yang membuat bahagia, jangan sisakan ruang dan waktu untuk kedukaan. Cintailah dirimu sendiri.

Terakhir... dari lubuk hati yang paling dalam, aku berterima kasih dan menghargai semua yang telah teman-teman lakukan. Kemurahan hati yang Anda berikan telah memberi saya rasa kepercayaan diri yang lebih baik dan aku mau bilang itu diskusi yang menginspirasi.

Salam sehat... 

Post a Comment for "Tentang Kemarin"