Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Biar bahagia, merokok?


Setiap momen yang hebat dan mengesankan didunia ini merupakan keberhasilan atas sikap yang membara, kira" begitu ungkapan RALPH WALDO EMERSON

Apa hal yang membuat Anda bahagia? Atau apa pola perilaku Anda dalam menepis kesedihan dan menggapai kesenangan/suka? Saat Anda merasa bahagia, apakah Anda merokok? Menonton TV? Tidur? Apa saja langkah yg bisa mengatasi kesedihan yg mengubah menjadi sukacita?

Sebenarnya persepsi setiap orang tentang kesedihan/duka dan kesenangan/suka akan mempengaruhi tujuannya. Ya setiap orang pasti ingin belajar bahkan mengadopsi pola perilaku yang unik dalam menepis kesedihan/duka dan dalam menggapai kesenangan/sukacita.

Saya melihat sebagian orang melakukannya dengan minum alkohol, minum tuak, merokok, makan terlalu banyak atau tindakan lain yang merugikan orang lain. Sebagian orang melakukannya dengan berolahraga, belajar, membaca koran, travelling, membantu orang lain atau berbuat kebajikan lainnya.

Memang benar masing-masing orang mempunyai pilihan karena itu adalah hak setiap orang. Tapi yang pasti saya menyadari salah satu keistimewaan manusia adalah menentukan penyebab suka dan duka.

Terlihat di gambar, saya berpose bahwa merokok itu adalah suatu yang menyenangkan, namun saya disini tak ada niat mengajak Anda" yang saat ini belum merokok untuk jadi merokok, karena saya juga tidak merokok, saya hanya menggambarkan perilaku yang terkadang dilakukan oleh orang-orang ketika berusaha menggapai kebahagiaan, walaupun terkadang kebahagiaan itu tak disadari dengan melakukan hal tersebut. Ya karena hanya lewat saja, atau secara alami saja bahwa itu bisa membuat bahagia.

Saya tambahkan sedikit cerita tadi pagi nih, saya datang ke gereja untuk beribadah, ya niat yang baik dan sedikit semangat, begitu saya duduk di kursi tiba-tiba datang seorang bapak, dia menyapa dengan tangan serta raut wajah yang menyenangkan dan kemudian duduk tepat di depan saya, dia bersama istrinya, istrinya tepat disebelah kirinya, saya mengamatinya, mulai awal ibadah sampai akhir, bapak ini sungguh benar" memberi diri, memberi hari, penuh semangat, energik, menyanyi dengan sangat gembira, saya tersenyum dan berpikir satu hal, bapak ini sangat bahagia disini. Hal itu sangat mengesankan bagi saya, mnugkin bisa jadi contoh untuk saya dan kaum muda" jaman sekarang ini. Benar" tindakan yang sangat positif dalam menggapai sukacita.

Dari situ saya berpikir untuk kira" bagaimana memupuk emosi syukur dan terima kasih. Karena bisa jadi bahkan sangat mungkin hal itu yang kita miliki untuk meningkatkan hidup tiada tara. Saya mencoba menanamkan dalam benak saya sebuah kalimat " Saya hidup dengan penuh syukur!".

Semoga tingkah yang kita lakukan penuh dengan hal positif dan tidak merugikan orang lain.

Salam sehat...




1 comment for "Biar bahagia, merokok?"