Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisis Fundamental vs Analisis Teknikal dalam Dunia Saham

Jika kamu terlibat sebagai pelaku pasar modal, sangat penting untuk memahani apa itu analisis Fundamental dan apa itu analisis Teknikal? Fundamental dan Teknikal ialah dua hal kelompok yang berbeda, apa itu?, simak selengkapnya:

Analisis Fundamental

Analisis Fundamental itu adalah cara analisis saham dengan melihat atau didasarkan dengan kondisi perusahaan, kondisi ekonomi, bisnis model perusahaan, manajemen, kemampuan perusahaan menghasilkan laba, serta valuasi saham. Tipe analisis fundamental sangat berguna untuk kamu yang ingin mengetahui prospek ke depan sebuah saham dalam jangka panjang seperti lebih dari 1 tahun. Analisis fundamental pada umunya menggunakan indikator-indikator perusahaan yang tertera melalui laporan keuangan perusahaan seperti Price to Earning Ratio (P/E), Return to Equity (ROE), dan lain-lainnya.


Investor ternama di dunia, Warrent Buffet, mempercayai analisa fundamental kerap digunakan dalam melakukan investasi. Analisis fundamental kerap digunakan oleh investor jangka panjang seperti Warrent Buffet untuk menyaring saham yang termasuk pada kategori baik. 

Dalam dunia investasi, analisis fundamental memang paling sering terdengar, namun setiap produk investasi akan memiliki fundamental yang berbeda untuk dianalisis. Pada perdagangan mata uang asing, fundamental yang dianalisis adalah ekonomi makro, melalui data-data ekonomi tersebut diharapkan dapat mencapai suatu kesimpulan yang baik., dan pertanyaannya mengapa data-data seperti itu penting?

Data GDP (Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto) adalah indikator yang mengukur nilai pasar barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Semakin tinggi GDP, maka semakin tinggi tingkat efektifitas, kualitas, dan kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan negara tersebut. Terdapat sejumlah aspek pembentuk GDP, seperti konsumsi, investasi, ekspor impor dan pengeluaran pemerintah.

Nah, artinya data-data itu sebagai penunjang pemahaman seorang pelaku pasar atau seorang investor, dan bila kita lihat di sisi saham, data yang biasa digunakan oleh seorang investor saham yang sangat perlu adalah membaca dan memahami laporan keuangan suatu perusahaan, bahkan sampai lima tahun ke belakang itu sangat perlu untuk dibaca.


Baca Juga:

Teruntuk Kamu yang sedang berjuang, tetaplah semangat pantang menyerah

Analisis Teknikal 

Analisis Teknikal adalah analisis berdasarkan pada data-data mengenai harga historis yang terjadi pada pasar saham. Dalam penerapan analisis teknikal, prediksi untuk membeli atau menjual saham dilakukan dengan melihat grafik historis pergerakan saham. Pengguna analisis ini pada umumnya disebut sebagai trader yang melakukan investasi secara jangka pendek seperti investasi secara harian atau mingguan. Salah satu pengguna analisa teknikal yang tersohor ialah George Soros. Analisis teknikal digunakan untuk memperlihatkan kondisi harga saham dari kejadian yang terjadi. Harga saham banyak digerakkan oleh peristiwa makro sampai suatu aksi korporasi.


Namun, investor pemula sering merasakan kewalahan kalau harus mengolah semua informasi tersebut. Belum lagi ditambah ada faktor implisit yang tidak diketahui oleh publik. Untuk itu analisis teknikal bakal membantu untuk mengantisipasi berbagai pergerakan harga saham. Selain itu, dalam investasi saham ada yang namanya history repeats itself, maksudnya, semua yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi sebelumnya. History repeats itself terjadi karena respons manusia yang selalu sama dalam mengambil keputusan akibat dorongan fear and greed.

Harga historis digunakan sebagai dasar perhitungan dengan formula tertentu, sehingga menjadi indikator penting dalam melakukan analisis. Indikator-indikator yang terbentuk kemudian digunakan sebagai salah satu "alat" untuk melakukan analisis harga komoditi. Selain penggunaan teknik statistik, harga-harga historis pun dapat digunakan untuk melakukan analisis tren yang biasa digunakan oleh beberapa investor dan trader dalam menentuk di harga berapa mereka akan melakukan aksi beli maupun aksi jual.

Lalu, analisis manakah yang paling baik untuk digunakan?

Tentunya dari kedua analisis memiliki keuntungan dan resiko masing-masing. Baik Investor atau Trader tentunya memiliki metode tersendiri dalam menentukan saham apa yang akan dibeli dan yang peling penting seberapa jauh baik dari seorang investor atau trader memahami konsep analisisnya, bagaimana menggunakannya, dan bila memungkinkan untuk digabungkan kedua analisis tersebut hingga berhasil mendapatkan kesimpulan yang cocok dengan gaya investasi investor atau trader. 

Namun disamping kedua hal itu, yang benar-benar paling penting bahwa Anda telah mengenal namanya pasar modal dan juga terlibat di dalamnya. Lo Kheng Hong pernah berkata, harta yang paling banyak itu bukan di dasar laut, tapi adanya di pasar modal, dan itu nyata, jadi alangkah sayangnya bila ada orang yang tidak mengenal pasar modal.

Baca Juga:

Semua itu awalnya cuma mimpi

Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, tapi hari ini adalah anugrah

Sebenarnya bagi saya sendiri sangat ingin memahami kedua analisis tersebut, supaya bisa digabungkan dalam menganalisis suatu komoditi, sehingga resiko yang mungkin didapat semakin kecil dan mampu untuk memaksimalkan keuntungan yang didapat. Memang untuk saat ini yang sering kita dengan sangat jarang orang yang menggabungkan kedua analisis tersebut, kita lihat saja salah satu Investor tersohor di Indonesia, Bapak Lo Kheng Hong, dia lebih menggunakan analisis fundamental dari pada analisis teknikal. Dia lebih mempercayai apa yang dimuat dalam laporan keuangan perusahaan dari pada histori dari suatu harga, bahkan ia pernah mengatakan dalam suatu wawancara kalo saya ndak salah, ia tidak pernah melakukan trading, bahkan ia mengganggap trading itu menghasilkan uang receh. Nah, bukan tidak ada juga orang yang sukses dan kaya dengan menerapkan analisis teknikal, tapi itulah kita selaku pelaku pasar modal, bebas menentukan gaya berinvestasi, bebas dalam memercayai teknik yang akan kita terapkan dalam berinvestasi.

Intinya sih, mau kita menerapkan analisis teknikal atau analisis fundamental, yang penting kita benar-benar memahami metodenya sehingga ilmu yang kita dapat itu membuat kita meenjadi sukses di pasar modal, karena sejatinya analisis bukanlah ilmu mutlak, sehingga dapat ditemukan gaya dan cara analisis atau bahkan kesimpulan dari hasil analisis yang berbeda-beda antar pelaku pasar.

Tulisan ini bukan memberikan kesimpulan bahwa analisis fundamental lebih baik dari analisis teknikal ataupun sebaliknya, namun hanya untuk memperkenalkan atau memberikan pemahaman yang dimiliki untuk dapat kita pelajari bersama sebagai pelaku di pasar modal. Jadi, harapannya mari kita gunakan analisis sesuai dengan versi kita sendiri.

Salam Cuan Terus...

Baca Juga:

Review Pintu – Aplikasi Investasi Aset Kripto Termudah di Indonesia, Cocok Bagi Pemula!

Post a Comment for "Analisis Fundamental vs Analisis Teknikal dalam Dunia Saham"