Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Smart Money Concept


Aku menganggap diriku sangat beruntung mengetahui bahwa setelah merenung dalam pikiran yang tenang, masa hidup semakin membaik dan lebih membahagiakan. Kepada semua orang yang mempunyai bagian apa pun didalamnya aku ingin mengatakan, atas nama semua orang yang berkemauan baik yang prihatin tentang masa depan, pada jam renungan dan pembangkitan suara hati ini, aku merasakan suatu perasaan solidaritas yang mendalam bersama Anda sekalian. Kali ini aku sedikit bercerita atau bisa dibilang membahas suatu topik yang menarik yaitu smart money concept. Jadi langsung saja pada kata pentingnya, apa itu kalo bukan uang.

Uang bukan hanya memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier, kehidupan sosial dan rohani, namun uang juga bisa mengangkat ego dari seseorang. Dengan memiliki uang, harga diri bisa terangkat, rasa percaya diri bisa bertambah, berani mengeluarkan pendapat, berbicara di suatu podium yang dihadiri banyak orang serta berani mengambil tugas-tugas sosial di masyarakat. Mungkin bagi Anda yanag belum percaya, coba perhatikan lingkungan sekitar Anda, Anda akan segera memahaminya.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang, baik itu yang berkaitan dengan kehidupan Anda sendiri maupun orang lain. Ini yang menjadi satu alasan utama mengapa sebagian besar orang akan selalu berusaha menghasilkan lebih banyak uang dari waktu ke waktu.

Banyak orang mengatakan uang adalah akar dari suatu masalah, namun yang perlu diketahui juga, bahwa banyak masalah bisa diselesaikan dengan adanya uang. Semakin banyak uang yang Anda miliki, semakin banyak orang yang bisa Anda bantu. Sesungguhnya di zaman sekarang, kita dalam menjalani kehidupan ini tidak akan lepas dengan namanya uang. Jika kita ingin hidup maka milikilah uang,  supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup kita.

 

Semestinya kita belajar dari negara-negara maju, dimana masyarakatnya sendiri sudah sangat maju pemikirannya, dimana masyarakat di negara maju sudah bisa berprinsip bahwa uang yang dihasilkan itu bisa lagi menghasilkan uang, artinya uang atau aset yang dimilikinya tidak tidur melainkan bekerja untuk menghasilkan uang lebih banyak. Maka dari itu, kita juga tidak boleh kalah dari orang-orang di negara maju, mari kita sisihkan uang atau penghasilan kita untuk berinvestasi agar dimasa depan kita menjadi lebih sejahtera.

Nah, berbicara mengenai pilihan yang lebih cerdas dengan uang kita, terutama kita anak muda dalam suatu kondisi, ketika akan melangsungkan perkawinan, tentu akan megeluarkan uang yang lumayan tidak sedikit dan tentu itu menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Bila seperti buat kamu yang ingin gelar resepsi pernikahan/perkawinan, kira-kira yang kayak mana?


MEWAH


SEDERHANA

Pilihan itu sangat penting sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki, maka bila ada orang-orang atau kita yang ingin minjam uang ke bank hanya untuk mengadakan gelaran/resepsi pernikahan, perlu memerhatikan hal ini, yaitu sebelum utang pastikan dulu yaa, mampu bayar cicilan, sudah sepakat dengan pasangan, dan telah membuat perhitungan dan strategi yang matang.

Tapi alangkah baiknya, untuk uang resepsi ini direncanakan yaa. Masa baru nikah udah langsung berurusan sama utang? kan gak enakkkk, mending kalo utang KPR. Berapapun nominal utang yang kamu ambil, itu bisa loh mempengaruhi hubungan ke depan. Maka dari itu, dalam mengambil keputusan berutang langkah pertama adalah menyepakati jumlah yang akan dipinjam dan telah diperhitungkan secara matang seperti yang disampaikan di awal. Jangan sampai kehidupan rumah tangga kamu yang kamu harapkan bahagia berujung keributan bahkan penderitaan karena cicilan utang yang tidak berkesudahan.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk memulai hidup bersama, yuk cek dulu kondisi keuangan kamu dan pasangan kamu. Karena hal itu sangat sangat memengaruhi jalannya kehidupan rumah tanggamu. Mulai sekarang yuk rencanakan keuangan kamu menuju tercapainya financial yang baik, matang dan dengan hal itu kamu bisa lebih cepat menemukan kebahagiaan dalam rumah tanggamu.

Tapi iyaaa, kalo pendapatku nih, sebenarnya gak nyaranin klo mengadakan atau menggelar pesta pernikahan dengan utang, karena nominal utang itu sangat memengaruhi jalannya hubungan rumah tangga ke depan. Klo bisa nabung dulu bareng-bareng dan bisa juga investasi, lalu menggelar pernikahan sesuai dengan kemampuan.

Gimana....Ada yang punya rencana menikah tahun ini atau tahun depan???


Aku jadi teringat, setelah bicara soal resepsi pernikahan, bahwa ada suatu kisah yang pernah aku baca dalam sebuah buku dan kisahnya bisa langsung aku ceritain disini.
Inilah ceritanya:

Dalam sebuah resepsi, seorang teman bertanya tentang perkembangan saham UNVR (PT Unilever Indonesia, Tbk.). Kebetulan dia bukan profesional di pasar modal dan baru kembali dari Jerman setelah menyelesaikan pendidikan. jadi, wajar saja kalau tidak terlalu mengikuti perkembangan harga-harga saham di Indonesia.

Saya menjelaskan sebisanya dengan diakhiri sebuah pertanyaan: "Anda memiliki saham Unilever?" Dia menjawab, "Oh...ibu saya punya 100 lot. Almarhum ayah saya membelinya sewaktu IPO dan masih disimpan di safe deposit box di bank. Kalau tidak salah, ibu saya menerima dividen setiap tahun." Saya tercengang mendengar jawaban itu. Lalu, saya menyarakan agar dia segera mengonversikan saham tersebut karena saat ini perdagangan saham tidak tidak menggunakan warkat lagi. Sudah scriptless. "Lagi pula UNVR akan melakukan stock split satu berbanding sepuluh. Nanti jumlahnya jadi lima ratus ribu saham," lanjut saya.

Alangkah bijaksana almarhum ayahnya. Beliau mewariskan sesuatu yang sangat berarti bagi kelanjutan hidup keluarganya. Salah satunya saham UNVR tadi. Bukan junk stock yang diwariskan beliau, melainkan income stock. Seperti kita ketahui, UNVR cukup rajin membayarkan dividen tahunan. Tetapi...tunggu dulu! Berapa jumlah saham si ibu sekarang ini? Jika waktu IPO sang Ayah membeli 100 lot, mari kita lihat history stock saham UNVR berikut.
  • 1 November 1982: IPO @Rp 3.175,- per saham dengan nominal Rp 1.000,- per saham. Berarti, harga modal saham si Ibu adalah 100 lot x 500 saham x Rp 3.175,- = Rp 158.750.000,-
  • 11 Juli 1989: Saham Bonus 1:6 (artinya, tiap 6 saham lama mendapat bonus 1 saham baru), berarti si Ibu mendapat tambahan 8.333 saham, sehingga total yang dimilikinya menjadi 58.333 saham.
  • 7 Maret 1993: Saham Bonus 6,688:100 (artinya, tiap 100 saham lama mendapat bonus 6,688 saham baru), berarti si Ibu mendapat tambahan 3.901 saham, sehingga total yang dimilikinya menjadi 62.234 saham.
  • 6 November 2000: Stock Split 10:1 (artinya, 1 saham lama dipecah menjadi 10 saham, dan nilai nominalnya menjadi Rp 100,- per saham), berarti total saham yang dimiliki si Ibu menjadi 622.340 saham.
  • 15 September 2003: Stock Split 10:1 (artinya, 1 saham lama dipecah menjadi 10 saham dan nilai nominal menjadi Rp10,- per saham), berarti total saham yang dimiliki si Ibu menjadi 6.223.400 saham.

Nah.. tentu Anda ingin tahun berapa nilai saham si Ibu sekarang? Per tanggal 13 November 2006, harga penutupan saham UNVR adalah Rp. 5.000,- per saham. Berarti, nilai saham si Ibu sudah menjadi Rp 31.117.000.000,- (dibandingkan Rp 158.750.000,- pada tahun 1982). Bayangkan! Rp 158 juta (1982) vs Rp 31 milliar (2006).

Sebenarnya, jika dihitung-hitung, harga UNVR sekarang ini harus dikalikan 100 (karena mengalami dua kali stock split), sehingga harganya adalah Rp 5.000,- x 100 = Rp 500.000,- per saham jika dibandingkan dengan Rp 3.175,- sewaktu IPO pada tahun 1982.

Bagaimana dengan dividen-dividen yang diterima si Ibu? Untuk tahun 2005, dividen final yang dibayarkan UNVR  adalah Rp 200,- per saham. Berarti, si Ibu menerima 6.223.400 saham x Rp 200,- = Rp 1.244.680.000,-. Untuk tahun 2006, UNVR sudah membayar dividen interim sebesar Rp 120,- pada tanggal 11 Juli 2006, dan membayarkan lagi dividen Rp 80,- pada tanggal 18 Desember 2006, sehingga total dividen per saham UNVR tahun 2006 adalah Rp200,-. Dengan demikian, dividen yang diterima si Ibu tadi untuk tahun 2006 adalah Rp 1.244.680.000,- (sama dengan tahun 2005).

Smart money. Julukan yang pantas bagi almarhun Ayah. 

Sumber: Buku Pak Andy Porman Tambunan, Menilai Harga Wajar Saham, Tahun 2007, hlm, 59-61.

Ceritanya sangat menginspirasi bagi aku, aku harap bagi anda juga demikian, maka setelah merenungkan dalam hati yang tenang, aku ingin mengatakan  semoga bisa membukakan mata kita untuk mulai belajar dunia Saham.

Aku ketika awal-awal nabung saham, yang selalu ditekankan oleh para senior adalah investasi leher ke atas dulu. Belajar deh tu fundamental dan technical analysis. Tapi ada yang lupa, kalau yang sebenarnya nabung/main saham itu perlu belajar gimana caranya Sabar dan Money Management. 

Lihat orang bisa cuan belasan persen sehari tp kita malah ketahan di saham yang kita analisis sendiri dan masih sideways aja. Rasanya nyesek bener. Bikin patah semangat untuk belajar saham lagi.

So, money management sebagai suatu bagian dari smart money concept bagiku harus selalu dijaga biar peluru ga abis. Jaga peluru dengan sabar. Sabar buat tentuin entry dan exit strategy. Buang deh tu semua pemberitahuan di grup-grup saham.  Jangan sampai terjebak dengan analisis orang lain, karena setiap org itu punya pendapat, cara analisis yang berbeda-beda bahkan punya kepentingannya masing-masing.

Harusnya bisa investasi di awal tahun tanpa hambatan dan bisa tetap rutin setiap bulannya. Aku tau ini impian kamu...ini juga impian banyak orang lho untuk bisa mewujudkan financial freedom di usia tua bahkan kalau bisa di usia muda. Maka dari itu teruslah berusaha belajar bersama demi kabaikan dan kemajuan bersama.

With love aku mengatakan hal yang pernah aku baca, bahwa ada 8 (delapan) poin penting bila ingin tenang, bahagia dalam hidup dengan uang.

  1. Pelajari skill cari duit
  2. Ciptakan sumber income/pendapatan baru
  3. Sisihkan income yang kamu peroleh
  4. Catat pengeluaran dan pemasukan kamu
  5. Hilangkan pengeluaran yang gak terlalu penting
  6. Mulai Investasikan uang kamu SECARA BIJAKSANA
  7. Investasikan kembali hasilnya
  8. Jalani hidup dengan passive income

Disamping itu aku sangat berharap bahwa kita dimasa mendatang akan menemukan kebahagiaan masing-masing dan saling menguntungkan satu sama lain. Dear Investor senior, aku sangat mengagumi kepandaian Anda dalam pengelolaan/management uang, semoga aku bisa banyak berguru dengan Anda sekalian. 

Mungkin akupun salah tak menyadari apabila ada kalimat yang tak berkenan dengan pikiran atau hati saudara, yang menjadi kegemaranku sejatinya adalah keuntungan kita bersama, tapi yang pasti kita akan dibawa oleh sikap-sikap yang kita agungkan bersama begitu banyak rekan-rekan sezaman.

Terlepas dari tujuan-tujuan terakhir kita, kebahagiaan, financial freedom, jalan" ke semua provinsi di Indonesia atau ke luar negeri, seperti Paris, London, New York dll, tidak boleh ada perdebatan di dalam soal selera karena seleraku benar-benar berbeda dari seleramu😊. 

Salam cuan terus...

Tetap dukung blog ini dengan subscribe dan komentar dari Anda sekalian🙏🙏🙏

Post a Comment for "Smart Money Concept"