Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup itu Sederhana, Kita yang Membuatnya Sulit

Jelas ini bukan inginku, namun apalah dayaku yang terlanjur santai dan merasa enak pada zona nyaman. Tentu ini sebuah pelajaran sikap untuk tetap dalam posisi keteguhan komitmen yang ingin dicapai. Namun, sejenak aku berpikir, tindakan menyalahkan hanya akan membuang waktu, karena sebesar apapun kesalahan yang kamu timpakan pada orang lain dan sebesar apapun kamu menyalahkannya, hal itu tidak akan mengubahmu bahkan begitu juga bila kamu menyalahkan dirimu sendiri, belum tentu tindakan itu mengubah hidupmu ke yang lebih positif lagi. Jadi, ya fokus saja menerima masalah lalu berusaha mencari jalan terbaik atau solusi terhebat yang kamu pikirkan.

Orang hebat pernah berkata, Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal. Kalimat ini jelas mengajarkan kita agar selalu ingat memulai sikap semangat layaknya di pagi hari, penuh antusias layaknya kita akan menerima hadiah, serta dengan pikiran positif layaknya kita akan beribadah dalam menyambut tantangan hidup ini. Kita diajarkan juga untuk berani bermimpi besar, bertindak besar, karena jelas orang besar ada karena mimpi dan tindakan-tindakannya besar.


Jadi pertanyaannya, Bagaimana sikapmu dalam menanggapi masalah yang muncul dalam hidupmu? Kalimat ini tergiang dalam benakku, jelas ini pertanyaan yang sangat simple namun butuh hati dan pikiran yang jernih untuk bisa menemukan makna tindakan selanjutnya yang terbaik untuk dilakukan. Harold Whitman perna berkata; "Jangan tanyakan pada dirimu apa yang dibutuhkan dunia. Bertanyalah apa yang membuatmu hidup, kemudian kerjakan. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang yang antusias". Jelas kali ini aku berpikir bahwa aku harus memahami diriku sendiri, apasih kekuatanku, talentaku atau minat terbaik yang ada dalam hidupku. Mungkin bila aku segera memahami dan menemukannya, aku akan memfokuskan energiku untuk menjadi yang terbaik dengan tetap teguh, dengan tetap belajar dan selalu teguh pada komitmen.

Mungkin setelah itu, segala tindakanku akan lebih terarah, mungkin akan lebih sulit untuk menyerah walau terkadang tantangan dalam hidup ini dibilang biasa bila dibandingkan dengan tantangan yang dialami oleh orang lain secara terus-menerus namun ia berusaha lebih keras dari diri kita dalam menghadapi masalah yang lebih besar. Jelas tindakan orang-orang seperti ini yang memberikan dampak positif dalam hidup, aku akui jelas sangat berpengaruh, karena terkadang dengan melihat orang lain berusaha lebih keras, berjuang lebih keras, membuat aku lebih kuat, lebih mensyukuri dan lebih menghargai apa yang aku miliki.

Pepatah cina mengatakan, Jangan menganggap remeh hal-hal yang terdekat dengan hati kamu. Rangkullah mereka seperti sama berharganya dengan hidupmu, karena tanpa mereka hidup adalah sia-sia. Kata-katanya tentunya memberikan tamparan, karena terlalu sering menganggap remeh hal seperti itu, jadi dalam keheningan malam, angin yang menusuk pori-poriku terlintas kalimat bahwa agar masa depanmu lebih baik tetaplah berusaha mulai sekarang, pantang untuk menyerah. Memang terkadang sangat  bagus menggunakan imajinasi dalam mencari solusi terbaik, pikirku.

Lebih dalam termenung di gemerlapnya bulan bintang, akhirnya sadar bahwa hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit. Kalimat itu sungguh memberi makna yang sangat luar biasa, artinya dalam hidup ini tentukan sikap, karena hanya sikap yang akan membuat diri bertahan di tengah kuatnya badai.

Selamat Malam...



Post a Comment for "Hidup itu Sederhana, Kita yang Membuatnya Sulit"