Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEMAKNAI KEBAHAGIAAN


inews.id
Kebahagiaan merupakan unsur penting dalam hidup manusia. Segala apa yang dilakukan manusia pada hakikatnya menuju kebahagiaan. Memang harus diakui, manusia sering sulit membedakan antara alat dan tujuan, sehingga manusia kadang-kadang terlalu mengagungkan alat dan lupa akan tujuan yang sebenarnya. Sebagai contoh, manusia sering terlalu bangga akan canggihnya teknologi. Akibatnya, sering manusialah yang diperhamba teknologi, bukan sebaliknya, memperhamba teknologi.
Secara umum tujuan akhir manusia adalah mencapai kebahagiaan. Kita perlu menekankan istilah “akhir” karena sebelum menuju kesana, banyak sasaran yang dicapai, seperti kesuksesan dalam bidang yang digelutinya. Dengan demikian, apapun yang dicapai manusia itu, seperti berbagai kecermelangan, hanyalah unsur-unsur yang mendukung pencapaian tujuan akhir manusia itu, yakni kebahagiaan.
Sebagai konsekwensi logisnya, sebelum manusia berhasil mencapai kebahagiaan sebagai tujuan akhirnya, manusia senantiasa gelisah, tertekan dan merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. Misalnya saja kita buat satu contoh: Lulus kuliah tapi belum dapat kerja, sehingga membuat perilaku menjadi tidak percaya diri, merasa malu (malu terhadap keluarga), tidak bisa melakukan apa-apa dan bahkan bisa stress. Lalu apa sesuatu yang kurang dalam kondisi belum tercapainya kebahagiaan itu? Jawabannya adalah kebaikan. Hal ini terjadi, karena manusia hanya akan merasa bahagia jika keinginannya untuk memiliki kebaikan (sesuai dengan kata hati) benar-benar tercapai. Dengan demikian kebahagiaan bukanlah ruang yang kosong, tetapi ruang yang terisi dengan kebaikan. Sifat seperti ini merupakan kharakteristik manusia sebagai makhluk yang berakal budi.
Jika kita meminjam terminologi psikologi, yang menyatakan bahwa seluruh tindakan (bukan sekedar aktifitas) manusia didasarkan pada motif tertentu, maka motif tersebut adalah kebahagiaan. Dengan demikian, kebahagiaan menjadi alasan bagi setiap orang dalam merancang dan melakukan suatu tindakan. Dalam konteks ini terdapat unsur universal dan spesifik dalam diri manusia sehubungan dengan pencapaian kebahagiaan sebagai tujuan. Unsur universal adalah semua manusia bertujuan akhir mencapai kebahagiaan. Sedangkan unsur spesifiknya adalah apa yang menjadi kebahagiaan bagi manusia memiliki perbedaan dan sifatnya boleh bersifat kelompok, namun yang paling dominan adalah sifat individualnya.
Lebih jauh lagi, manusia senantiasa ingin mencapai suatu kebahagiaan yang sempurna menurut inovasinya. Oleh karena itu kebahagiaan itu bersifat dinamis. Dinamika kebahagiaan itu meliputi kelompok dengan kelompok dan masa dengan masa. Kondisi ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi manusia sebagai makhluk yang memiliki kebutuhan tidak terbatas. Akibatnya, ada pihak yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu tidak sempurna. Jika ada kebahagiaan yang sempurna, maka pada hakikatnya yang sempurna itu tidak mungkin dicapai, Atau bagaimana menurutmu???


2 comments for "MEMAKNAI KEBAHAGIAAN"