Memaknai Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
Tujuh puluh enam tahun
silam, para bapak bangsa (founding father) memancangkan tiang
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh kerja keras dan
pengorbanan sebagai sumbangsih yang nyata dalam perjalanan bangsa ini. Kita
patut bangga pada bapak bangsa kita yang telah berjuang demi tercapainya
kemerdekaan, mereka telah menempuh maupun meraih impian bersama dari bangsa
kita, semua itu hanya untuk kepentingan rakyat. 17 Agustus 1945 menjadi
peristiwa Proklamasi Kemerdekaan, identitas bangsa sebagai bangsa yang
menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan persatuan menjadi
terlihat nyata. Dengan berbekal semangat rela berkorban demi meraih kedaulatan
bangsa, para pejuang kita maju ke medan pertempuran. Identitas bangsa yang
lahir, benar-benar merupakan ciri bangsa yang luhur. Identitas ini pula yang
menjadi modal utama bangsa kita untuk mengenyahkan segala bentuk penjajahan di
muka bumi Indonesia untuk selama-lamanya.
Bagi bangsa Indonesia
sendiri, proklamasi kemerdekaan berarti masa penjajahan telah berakhir dan
dimulainya kehidupan sebagai bangsa merdeka serta merupakan berita kegembiraan
bagi bangsa Indonesia ke segenap penjuru dunia dan menjadi peristiwa puncak
dalam perkembangan perjuangan bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan. Kemerdekaan
indonesia selalu disambut gembira oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia
dengan adanya perayaan yang sering kita jumpai di sebagian besar wilayah
seperti perayaan berbagai macam lomba dalam rangka kemerdekaan.
Proklamasi kemerdekaan
juga menjadi sarana untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka,
berdaulat, adil dan makmur serta lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain.
Proklamasi menjadi lambang kebesaran, keluhuran dan kewibawaan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Teks proklamasi mengandung filosofi yang luhur dan mulia sebagai
cermin eksistensi bangsa Indonesia di panggung dunia. Eksistensi Negara
Kesatuan Republik Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari takdir dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa atas kemajemukan Nusantara sebagai cikal bakal bangsa Indonesia saat ini.
Sumber
gambar: kumparan.com
Namun, setelah sekian
lama Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, harapan yang diinginkan oleh para
pendiri bangsa belum terwujud. Cita-cita pahlawan belum benar-benar diraih.
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme bagaikan budaya yang sangat dicintai, sehingga
begitu banyak para pejabat yang tertangkap dan dinyatakan bersalah melakukan
tindak pidana korupsi. Maka adalah wajar bila sejumlah kalangan kerap ragu atas
urgensi, arti maupun fungsi dari kemerdekaan. Ketidakpercayaan rakyat kerap
terjadi pada pemerintah akibat banyak kasus korupsi, rasa kecewa dan marah
generasi milenial dilampiaskan dengan nyinyir melalui media sosial. Media
sosial menjadi arena pertempuran atas kejengkelan, kemarahan dan kebencian.
Bahkan kadang terjebak pada berita hoax yang sangat tren di zaman sekarang ini.
Berita maupun informasi terkadang menjadi sulit untuk dipastikan akan
kebenarannya (valid) sehingga kita menjadi ragu mana informasi yang benar dan mana yang tidak atau informasi
yang abal-abal.
Maju dan Jayanya
teknologi membuat masyarakat mengandalkan media sosial sebagai tempat
mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan
dan sumber berita utama bagi masyarakat. Namun sayang, terkadang sikap kita
kurang kritis dalam menangkap suatu informasi dengan tidak memastikan akan
kebenaran informasi tersebut. Akibatnya hal tersebut memunculkan gejolak
perpecahan dan permusuhan. Nilai-nilai positif semestinya dihadirkan dalam
rangka memperingati hari kemerdekaan, bukan malah sebaliknya. Merdeka bukan
hanya status tanpa penjajahan bangsa lain, bukan juga sebatas pada kebebasan
individu, tanpa rambu-rambu etika maupun estetika. Merdeka adalah bagaimana
kita berkomitmen untuk menciptakan perubahan kearah yang lebih baik dan maju
bagi bangsa Indonesia. Para Pemuda sepatutnya paham dan mengerti akan hal ini.
Sikap kritis, mudah
beradaptasi, berpikiran terbuka dan mudah menerima perubahan adalah sikap yang
diharapkan pada generasi muda saat ini. Karena kemerdekaan Indonesia kini
menjadi tanggung jawab generasi muda sekarang. Kemerdekaan di era generasi muda
(milenial) bukan lagi menang dari penjajahan. Namun mengenai cara membangun
Indonesia menjadi Negara yang berhasil dalam bidang ekonomi, sosial, budaya,
kemanusiaan, pendidikan dan kedamaian. Generasi milenial menjadi pemeran
kedamaian sekaligus penerus kemerdekaan. Kritis dan kreativitas dari para
pemuda generasi milenial merupakan tentara penjaga kedaulatan bangsa Indonesia
di dunia.
Dengan demikian,
pengetahuan dan kemampuan generasi milenial terhadap teknologi semestinya
memberikan nilai-nilai positif, media sosial digunakan sebagai pemberi
informasi/data valid, pembangkit rasa solidaritas serta pemberi masukan
terhadap kinerja dari pemerintah saat ini. Dalam konteks inilah tercermin
generasi milenial akan mampu untuk membawa Indonesia yang lebih baik dan maju
dalam menghadapi persaingan global.
Mari kita jadikan momen
memperingati kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan menumbuhkan rasa
saling menghargai dan menghormati baik secara langsung maupun dalam dunia
media sosial sehingga setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan sebagai wujud pemersatu bangsa dan negara.
Dirgahayu Republik
Indonesia ke -76, Aku dan kamu adalah Indonesia serta bangga menjadi bangsa Indonesia.
Salam Sehat...

gokill
ReplyDeletego and kill, wkwk
Delete